A. Pengertian Konflik.
Konflik dapat diartikan sebagai ketidak setujuan antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok-kelompok dalam organisasi yang timbul karena mereka harus menggunakan sumber daya yang langka secara bersama-sama atau menjalankan kegiatan bersama-sama dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang berbeda. Anggota-anggota organisasi yang mengalami ketidaksepakatan tersebut biasanya mencoba menjelaskan duduk persoalannya dari pandangan mereka
B. Macam-macam Konflik.
Konflik yang terjadi dalam suatu organisasi dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
1. Dari segi pihak yang terlibat dalam konflik
Dari segi ini konflik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
a. Konflik individu dengan individu.
Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawan maupun antara inbdividu karyawan dengan individu karyawan lainnya.
b. Konflik individu dengan kelompok.
Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan kelompok ataupun antara individu karyawan dengan kempok pimpinan.
c. Konflik kelompok dengan kelompok.
Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok pimpinan dengan kelompok pimpinan yang lain dalam berbagai tingkatan maupun antara kelompok karyawan dengan kelompok karyawan yang lain.
Contoh Kasus Konflik dalam Organisasi
Contoh konflik yang ada di PSSI.
Pemerintah resmi membekukan kegiatan PSSI. Meski demikian, perhelatan Liga Super Indonesia (yang kini berganti nama menjadi QNB League) akan tetap digelar, dengan supervisi KONI dan KOI.
Pembekuan ini berawal dari rencana PSSI menggelar ISL 2015 pada pertengahan Februari 2015. Namun, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) merekomendasikan agar PSSI menunda kick off ISL. Karena ada sejumlah klub yang tidak memenuhi syarat administrasi.
Akhirnya PSSI sepakat untuk menunda kick off ISL. Dan diputuskan liga sepak bola terbesar di Indonesia itu akan digelar 4 April 2015.
Namun, kisruh tak selesai sampai di situ. BOPI masih tetap merestui liga berjalan, asalkan Arema dan Persebaya tak diikutsertakan.
Namun, PSSI bergeming. Mereka tetap menggelar kompetisi pada 4 April dengan mengikutsertakan Arema dan Persebaya. BOPI pun kemudian melayangkan surat teguran dan meminta agar liga dihentikan.
'Kisruh' ini pun sempat membuat Liga Indonesia (QNB League) dihentikan sementara. Liga akan dimulai lagi setelah Kongres PSSI digelar. Namun, sebelum PSSI selesai menggelar kongres, Menpora mengeluarkan surat keputusan: PSSI Dibekukan.
21 Februari 2015: ISL 2015 direncanakan Kick off
Menpora melalui BOPI tidak meloloskan beberapa klub karena dinilai tidak memenuhi syarat administrasi. BOPI memberi waktu pada klub-klub untuk memenuhi syarat yang ditentukan hingga tanggal 4 Maret 2015.
1 April 2015: BOPI merestui Kick off ISL pada 4 April 2015, namun hanya dengan 16 tim, tanpa Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.
3 April 2015: FIFA restui ISL jalan dengan 18 klub.
4 April 2015: Kick off ISL dengan 18 tim (Arema & Persebaya ikut serta)
8 April 2015: Kemenpora kirim surat teguran pada PSSI ditandatangani oleh Sesmenpora Alfitra Salamm, tertulis sesuai dengan ketentuan pasal 122 ayat (2) huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2007 tentang penyelenggaraan Keolahragaan sebagai pelaksanaan kewenangan pemerintah, dalam hal ini Menpora.
9 April 2015: ISL ditunda per tanggal 12 April 2015 dan jadwal baru diputuskan usai Kongres Luar Biasa PSSI (18 April)
15 April 2015: Kemenpora kirimkan surat teguran (SP2) pada PSSI. Pada surat bernomor 01286/ MENPORA/IV/2015 yang ditujukan pada Ketua Umum PSSI ini, Kemenpora menilai PSSI secara sah telah melakukan pengabaian pada teguran tertulis pertama pekan lalu. Federasi pimpinan Djohar Arifin Husin ini dianggap tak melakukan tindakan nyata pada Arema Cronus dan Persebaya, terkait tak dapat rekomendasinya dua klub itu dari Badan Olahraga Profesional Indonesia untuk ikut QNB League 2015.
16 April 2015: Kemenpora kirimkan surat teguran (SP3)
17 April 2015: PSSI dibekukan
Seperti diketahui akhir Mei lalu, FIFA secara resmi telah memberikan sanksi kepada PSSI karena dinilai telah melanggar statuta akibat intervensi pemerintah dalam hal ini Menpora Imam Nahrawi.
Pendapat
"Ini adalah langkah yang tepat yang diambil Kemenpora untuk mengatasi para pengurus PSSI yang ngeyel, tapi mereka tidak kompeten dalam mengurus sepak bola. Semoga dengan pembekuan ini menjadi momentum untuk membenahi PSSI dengan membentuk kepengurusan yang baru, dengan orang-orang yang lebih kompeten di bidang sepak bola. Pemerintah sudah terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk sepak bola, lebih dari cabang yang lain, namun tak ada prestasi yang bisa dibanggakan."
Sumber:
http://www.bbc.co.uk/indonesia/forum/2015/04/150421_forum_konflik_pssi_menpora
Pembekuan ini berawal dari rencana PSSI menggelar ISL 2015 pada pertengahan Februari 2015. Namun, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) merekomendasikan agar PSSI menunda kick off ISL. Karena ada sejumlah klub yang tidak memenuhi syarat administrasi.
Akhirnya PSSI sepakat untuk menunda kick off ISL. Dan diputuskan liga sepak bola terbesar di Indonesia itu akan digelar 4 April 2015.
Namun, kisruh tak selesai sampai di situ. BOPI masih tetap merestui liga berjalan, asalkan Arema dan Persebaya tak diikutsertakan.
Namun, PSSI bergeming. Mereka tetap menggelar kompetisi pada 4 April dengan mengikutsertakan Arema dan Persebaya. BOPI pun kemudian melayangkan surat teguran dan meminta agar liga dihentikan.
'Kisruh' ini pun sempat membuat Liga Indonesia (QNB League) dihentikan sementara. Liga akan dimulai lagi setelah Kongres PSSI digelar. Namun, sebelum PSSI selesai menggelar kongres, Menpora mengeluarkan surat keputusan: PSSI Dibekukan.
Menpora melalui BOPI tidak meloloskan beberapa klub karena dinilai tidak memenuhi syarat administrasi. BOPI memberi waktu pada klub-klub untuk memenuhi syarat yang ditentukan hingga tanggal 4 Maret 2015.
1 April 2015: BOPI merestui Kick off ISL pada 4 April 2015, namun hanya dengan 16 tim, tanpa Arema Cronus dan Persebaya Surabaya.
3 April 2015: FIFA restui ISL jalan dengan 18 klub.
4 April 2015: Kick off ISL dengan 18 tim (Arema & Persebaya ikut serta)
8 April 2015: Kemenpora kirim surat teguran pada PSSI ditandatangani oleh Sesmenpora Alfitra Salamm, tertulis sesuai dengan ketentuan pasal 122 ayat (2) huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2007 tentang penyelenggaraan Keolahragaan sebagai pelaksanaan kewenangan pemerintah, dalam hal ini Menpora.
9 April 2015: ISL ditunda per tanggal 12 April 2015 dan jadwal baru diputuskan usai Kongres Luar Biasa PSSI (18 April)
15 April 2015: Kemenpora kirimkan surat teguran (SP2) pada PSSI. Pada surat bernomor 01286/ MENPORA/IV/2015 yang ditujukan pada Ketua Umum PSSI ini, Kemenpora menilai PSSI secara sah telah melakukan pengabaian pada teguran tertulis pertama pekan lalu. Federasi pimpinan Djohar Arifin Husin ini dianggap tak melakukan tindakan nyata pada Arema Cronus dan Persebaya, terkait tak dapat rekomendasinya dua klub itu dari Badan Olahraga Profesional Indonesia untuk ikut QNB League 2015.
16 April 2015: Kemenpora kirimkan surat teguran (SP3)
17 April 2015: PSSI dibekukan
http://kgilang.blogspot.com/2014/04/isu-contoh-analisa-dan-solusi-konflik.html
http://bola.liputan6.com/read/2216005/kronologi-kisruh-sepak-bola-nasional-hingga-pssi-dibekukan





Pages