SAY NO TO PLASTIC BAGS


SAY NO TO PLASTIC BAGS





 Keberadaan kantong plastik memang sangat memudahkan kita membawa barang belanjaan. Andai tidak ada kantong plastik, pasti kita harus berakrobat membawa sekian banyak barang. Padahal kemampuan tangan dan tubuh manusia mengangkut barang kan terbatas.
Sayangnya kantong plastik yang kita gunakan sehari-hari ini terbuat dari bahan polimer sintetik yang tidak biodegradable. Satu kantong plastik mungkin baru benar-benar hancur dalam masa dua puluh sampai tiga puluh tahun lagi. Bayangkan jika dalam satu hari kita mendapat dua sampai tiga kantong plastik, kalikan dengan waktu satu tahun, lalu kalikan lagi dengan jumlah penghuni bumi atau penduduk Indonesia deh. Pasti angkanya akan besar sekali. Semakin banyak plastik yang terakumulasi, semakin meningkat pula pencemaran lingkungan.
Indonesia terkenal dengan negara pencemar lingkungan yang cukup dibilang menghawatirkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna Jambeck, ahli lingkungan asal University of Georgia, indonesia adalah negara penyumbang terbanyak sampah plastik yang hanyut ke laut setelah negara tiongkok.




Menanggapi hal tersebut, di hari sampah nasional yang diselenggarakn setiap 21 februari pemerintah mengumumkan kebijakan baru yaitu  memulai program Kantong Plastik Berbayar. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik di Indonesia. Sebanyak 22 kota di Indonesia serentak memberlakukan sistem kantong plastik berbayar yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) guna mengurangi produksi sampah terutama dari bahan plastik.

"Plastik berbayar sekarang sudah diuji coba oleh 22 kota, seperti Jakarta, Bandung, Balikpapan, Makassar dan Surabaya. Sistemnya diatur oleh pemerintah provinsi sampai tingkat kota," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
KLHK menetapkan harga minimal standar Rp200 untuk setiap kantong plastik, namun sejumlah kota memberikan tarif harga yang lebih tinggi agar masyarakat lebih terbebani dan berinisiatif untuk membawa tas belanja sendiri dari rumah.


   Sebagai contoh, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan harga Rp5.000 di seluruh tempat perbelanjaan, baik pasar swalayan, minimarket retail maupun pasar tradisional. Kegiatan beli kantong plastik ini bisa menghemat nilai ekonomi sebesar Rp1 miliar per hari. Kalau setahun sudah ada Rp360 miliar dari membeli plastik. Itu bisa dialokasikan untuk beli truk sampah, membangun pembangkit listrik berbasis sampah, serta mendirikan pabrik daur ulang.



Sumber: 
http://www.nyoozee.com/wawasan/yang-perlu-kamu-tahu-tentang-kebijakan-kantong-plastik-berbayar/ 
http://bisnis.liputan6.com/read/2442546/diet-kresek-dengan-kantong-plastik-berbayar
http://www.antaranews.com/berita/546232/22-kota-serentak-berlakukan-kantong-plastik-berbayar

0 komentar: